Monday, July 1, 2013

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia



"LP Cebongan Sleman Diserbu, Empat Tewas. Sabtu 23 Maret 2013
(http://regional.kompas.com/read/2013/03/23/06173697/LP.Cebongan.Sleman.Diserbu..Empat.Tewas

Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, diserbu sekelompok orang pada hari Sabtu (23/3/2013) pukul 01.00 dini hari tadi. Empat orang dilaporkan tewas.
Informasi dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Sabtu pagi ini menyebutkan, LP Cebongan didatangi tiga truk bermuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap dan menggunakan tutup kepala serta pelindung tubuh. Mereka memaksa masuk LP, tetapi dilarang oleh penjaga LP.
Kelompok bertopeng ini kemudian melempar granat dan melukai penjaga LP, lalu mencari pelaku pengeroyokan anggota TNI di Hugos Cafe, Yogyakarta. Kelompok bersenjata ini pun menembak mati empat pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI di Hugos Cafe. Setelah melakukan aksinya, kelompok ini langsung kabur meninggalkan LP.

Siapa yang sangka sebuah kasus pembunuhan di Hugos Cafe Yogyakarta, menjadi sebuah kasus yang semakin besar dan akhirnya banyak pihak-pihak yang terlibat di dalamnya? Saya menemukan begitu banyak kejanggalan dari kasus ini, salah satunya adalah munculnya spanduk-spanduk di beberapa titik di kota pelajar ini yang tidak jelas siapa yang membuat dan memasangnya hingga membuat saya berpikir bahwa ada pengalihan isu di dalamnya dimana kopasus yang pada awalnya dinilai sebagai penjahat karena membunuh semua pelaku pembunuhan berubah menjadi sosok pahlawan yang di eluh-eluhkan oleh masyarakat. Dari sini saja kita sebenarnya sudah bisa melihat dengan menggunakan hati nurani dan tentunya tanpa dipengaruhi kepentingan-kepentingan diluar sana bahwa penembakan di LP Cebongan sama sekali tidak manusiawi, terlebih semua pelaku pembunuhan telah ditangkap dan diproses oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Dari sini saya mencium bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam jajaran kopasus sendiri dan mereka takut bahwa isu tersebut akan muncul keluar ke dalam masyarakat apabila tersangka-tersangka pembunuhan teman mereka ini dibiarkan hidup dan bersaksi sehingga diambil solusi dengan cara 'menghabisi nyawa' mereka sebelum mereka sempat bersaksi. Apakah kalian semua tidak heran? Anggota kopasus tersebut terbunuh di salah satu club malam, apa yang dilakukan seorang aparat disana? Apakah itu tidak menyalahi kode etik mereka sendiri? Selain itu apa yang dilakukannya disana hanya seorang diri? Sangat tidak mungkin si 'anggota kopasus' ini datang ke sana hanya untuk menikmati hiburan malam semata, karena apabila benar begitu maka dia pasti akan mengajak teman-temannya untuk ikut dan bergabung, tentu ada maksud lain yang akhirnya membuat dia harus ke sana sendirian dan akhirnya terbunuh. Kita seharusnya sudah bisa menarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun kita seolah-olah menutup mata dan tidak memperdulikan hal tersebut dan malah berbalik untuk mendukung kopasus dan di puji seperti pahlawan karena telah memberantas premanisme, ini terbukti ketika akhirnya di lakukan penyelidikan oleh Komnas Ham dibawah pimpinan Siti Noor Laila yang berhasil menemukan beberapa bukti-bukti dan akhirnya menyimpulkan bahwa pembunuhan ini dilakukan secara terencana bukan hanya karena ‘semangat korps’ semata, berita yang saya dapat berbunyi seperti ini:

Tim Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menemukan delapan fakta terkait kasus penyerbuan Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Empat orang tahanan tewas dalam peristiwa itu. Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Siti Noor Laila menjelaskan temuan fakta tersebut ditemukan dari keterangan beberapa saksi-saksi, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan alat dan barang bukti.
"Terakhir 5-7 juni 2013 kami melakukan penyidikan di Jogja. Kami meminta keterangan saksi dari petugas lapas, institusi lembaga negara, polisi, pemprov Kabupaten Sleman dan beberapa pihak masyarakat sipil dan keluarga korban," kata Siti di Ruang Pengadilan, Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Rabu (19/6). Siti memaparkan bahwa tim penyelidikan telah menemukan delapan fakta berupa Motif, pelaku, tindakan, senjata, peluru, kendaraan, perlengkapan, perencanaan dan pengabaian. Temuan terbaru yang ditemukan adalah adanya fakta bahwa ruangan yang digunakan saat eksekusi penembakan tidak gelap.
"Bahwa terjadi pembunuhan yang dilakukan dalam ruangan ukuran 5x8 meter dengan pencahayaan yang cukup terang, yakni dua buah lampu merk DOP 8 watt," ujar Siti. Selain itu, Komnas HAM memastikan bahwa kasus ini adalah kasus yang masuk dalam Perencanaan. Perencanaan di antara pelaku ditunjukkan dengan jumlah senjata dan pelengkapan yang dipakai, menggunakan surat berkop Polda DIY, pembagian tugas dan peran, perusak dan perampas CCTV, pengamat situasi sekitar lapas dan target yang sudah ditentukan dengan koordinasi pelaku.
Komnas HAM temukan 8 fakta penyerbuan lapas cebongan 19 Juni 2013 (http://www.merdeka.com/peristiwa/komnas-ham-temukan-8-fakta-penyerbuan-lapas-cebongan.html)

 Hal lain yang membuat kasus ini semakin aneh ialah pihak kepolisian yang dirugikan dengan rusaknya LP Cebongan atau bahkan dari kepala LP Cebongan sendiri tidak mengeluarkan 'statement' apapun untuk menuntut atau meminta ganti rugi kepada pihak kopasus yang telah meyerbu habis LP Cebongan. Kenapa pihak kepolisian hanya bisa diam saja ketika semua ini terjadi? Tidak mau ikut campur atau memang pihak kepolisian telah mendapat ancaman dan yang lebih parahnya lagi apakah pihak kepolisian juga turut terlibat dalam kasus ini? Apabila kasus ini terus dibiarkan dan semakin meluas, dampaknya akan sangat luar biasa pada kota Yogyakarta. Ini bukan lagi masalah hukum biasa, ini telah merebak menjadi masalah internasional dimana pelanggaran HAM telah dilakukan dan ini akan sangat merusak citra Indonesia di mata dunia khususnya kota gudeg ini. Kenapa pemerintah hanya diam saja melihat kasus ini? Kenapa bahkan Sultan tidak mau angkat bicara pada kasus ini? Kasus ini sangat mempertaruhkan harkat dan martabat manusia bahkan nama baik dari Indonesia sendiri khususnya kota ini, lalu kenapa semua pemimpinnya tidak ada yang mau angkat bicara? Siapa dalang sebenarnya dari kasus Cebongan ini? Apa yang ditutupi dari kasus ini? Apabila memang ada yang mendukung pembunuhan di LP Cebongan khususnya dari mereka yang mengaku 'aparat' yang telah dilatih untuk berkorban bagi Indonesia maka mereka harus diajarkan lagi tentang PANCASILA sila ke-2, yaitu KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB dan sila ke-5 KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, mungkin ‘mereka’ semua memilih untuk menjadi lupa ingatan tentang PANCASILA karena ada faktor X yang bermain didalamnya? Sebenarnya dari berita-berita yang saya dapat  saya senidiri telah dapat menyimpulkan bahwa ada yang tidak beres di kasus ini bahkan di hari yang sama saya mendapatkan dua berita yang sangat kontras isinya yang pertama ialah:

Kepala Oditurat Militer (Otmil) II-11 Bantul, Yogyakarta, Letkol Sus Budiharto, membacakan bantahan atas eksepesi yang disampaikan penasehat hukum tiga terdakwa, yakni Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik.
Dalam bantahanya tersebut, Budiharto menyatakan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh 12 anggota Kopassus di Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, DIY merupakan pembunuhan berencana.
"Para terdakwa melakukan pembunuhan sudah terencana sehingga dakwaan yang kami sampaikan sudah tepat dan benar," kata Budiharto dalam sidang ketiga dengan agenda tanggapan eksepsi di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11, Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/6).
"Kami meminta agar majelis hakim mengabulkan surat dakwaan yang disampaikan. Kami memandang eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan penasihat hukum terdakwa tidak berdasar. Mohon majelis hakim menolak eksepsi dari penasihat hukum dan menerima dakwaan dari Oditur Militer," tegasnya.
Setelah membacakan tanggapan atas eksepsi, majelis hakim yang dipimpin Letkol Joko Sasmito akan membacakan putusan sela. "Kami akan bacakan putusan sela pada Jumat, 28 Juni 2013 mendatang. Apakah tim penasehat hukum maupun Otmil setuju?" ucapnya.
Mendengar pertanyaan itu, Otmil dan tim penasehat hukum menyatakan setuju. Sidang dengan tiga dari 12 terdakwa dihentikan.
Sidang kedua digelar dengan terdakwa Serma Rokhmadi, Serma Mohammad Zaenuri, dan Serma Sutar dengan Majelis hakim sidang dipimpin oleh Kadinmil Letkol Faridah Faisal.
Sidang ketiga dengan lima terdakwa, Sertu Tri juanto, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Martinus Roberto Paulus, Sertu Suprapto, dan sertu Imam Siswoyo, dipimpin oleh Letkol Joko Sasmito. Sementara sidang keempat dengan terdakwa Serda Ihmawan Suprapto dipimpin langsung oleh Letkol Faridah Faisal.
Semua sidang dengan agenda yang sama yaitu putusan sela, akan dilanjutkan pada Jumat pekan ini. Selama sidang berlangsung, tidak ada gejolak dan kejadian menonjol apapun sehingga sidang berjalan lancar.
Oditur: Penyerangan Kopassus ke Lapas Cebongan direncanakan Rabu 26 Juni 2013 (http://www.merdeka.com/peristiwa/oditur-penyerangan-kopassus-ke-lapas-cebongan-direncanakan.html)

Dari berita pertama yang saya dapat ini terlihat bahwa Kepala Oditurat Militer (Otmil) II-11 Bantul, Yogyakarta, Letkol Sus Budiharto sendiri mengatakan bahwa kasus ini adalah pembunuhan terencana dan apabila dikaji kembali dalam UU yang berlaku di Indonesia kita sendiri seharusnya sudah tahu dan paham hukum apa yang sepantasnya diterima oleh para pelaku kasus LP Cebongan. Akan tetapi, saya mendapatkan berita kedua dari situs yang sama dengan berita yang sangat mengejutkan yang isinya seperti ini:

Sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan oleh sekelompok anggota Kopassus, kembali digelar di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, hari ini. Di sidang kali ini, tampak pengacara senior OC Kaligis hadir di ruangan dan seksama mengikuti jalannya sidang. Untuk apa OC ke sana? Kepada wartawan, pria berambut putih itu mengaku sengaja datang untuk memberikan dukungan kepada 12 terdakwa anggota Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan.
"Bila negara gagal dalam memberantas preman, rakyat akan bertindak," kata OC Kaligis di sela mengikuti jalannya persidangan. Demikian dikutip Antara, Rabu (26/6). Menurut dia, seandainya peristiwa penyerangan Lapas Cebongan itu tak terjadi beberapa waktu lalu, maka preman akan merajalela. Dia malah menyebut 12 anggota Kopassus itu sebagai pahlawan.
"Siapapun yang berhasil menghabisi preman di Yogyakarta, saya angkat menjadi pahlawan. Dan mudah-mudahan, preman ini tidak menjalar ke LSM dan KontrasS. Kalau LSM dan KontraS dibunuh preman, baru mereka tahu apa artinya premanisme," katanya penuh semangat.
Dia menambahkan, akan menyokong penuh apa yang dilakukan para terdakwa. Karena menurutnya, siapapun yang mempunyai saudara kemudian dibunuh otomatis hatinya pasti akan tergerak membalas.
"Kulture di Indonesia, siapa pun saudaranya dibunuh otomatis dirinya akan bertindak. Itu kulture. Jadi saya kira ini ada hikmahnya. Agenda sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas IIB Cebongan, Sleman, hari ini adalah pembacaan tanggapan Oditur Militer atas eksepsi penasihat hukum terdakwa. Sementara di luar sidang, sejumlah elemen masyarakat masih berorasi mendukung anggota Kopassus Group II Kandang Menjangan, Karotosuro yang melakukan penyerangan hingga menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY tewas
OC Kaligis: Kopassus yang serang lapas cebongan pahlawan (www.merdeka.com/peristiwa/oc-kaligis-kopassus-yang-serang-lapas-cebongan-pahlawan.html) Rabu, 26 Juni 2013

Berita kedua ini amat mengejutkan saya, dan membuat saya bepikir “ini sangat tidak masuk akal” bagaimana bisa seorang pengacara kondang sekaliber OC Kaligis memberikan pernyataan yang demikian? Melihat profesinya yang sangat dekat dengan hukum, saya merasa dia telah melahap habis semua kitab KUHP, buku-buku tentang hukum pidana, hukum perdata, sampai ke hukum acara dan hukum adat. Akan tetapi kenapa dia bisa mengeluarkan ‘pernyataan’ yang begitu mengejutkan. “Siapapun yang berhasil menghabisi preman di Yogyakarta, saya angkat menjadi pahlawan.” Dan dia menambahkan "Kultur di Indonesia, siapa pun saudaranya dibunuh otomatis dirinya akan bertindak. Itu kulture. Jadi saya kira ini ada hikmahnya.” Kata-kata yang sangat luar biasa bukan dari seorang pengacara kondang seperti OC Kaligis? Kata-kata yang terlontar dari mulut sang pengacara atas kasus LP Cebongan ini membuat saya tergeletik dan ingin bertanya lebih lanjut kepada bapak OC Kaligis ini. Pertama, kalau semua orang yang ada di Indonesia memakai sistem seperti yang dia sebutkan maka dapat kita bayangkan sudah akan ada berapa banyak pembunuhan yang akan terjadi di Indonesia? Setelah menghilangkan nyawa orang lain, si pembunuh dapat berkata dengan bangga “ UU tidak dapat menjerat saya, sudah kulturnya seperti itu saya hanya membalakan dendam saudara saya yang, dibunuh oleh dia.”  Lalu, hal ini berlanjut lagi dimana ada kerabat lain dari korban yang dibunuh tidak terima dan menuntut balas, ketika ditangkap muncul lagi pernyataan yang sama dan begitu terus terjadi berulang kali. Apakah dengan pernyataan tersebut secara tidak langsung bapak OC Kaligis ini ingin mengatakan bahwa hukum yang berlaku tidak akan berguna lagi apabila telah menyangkut “ kultur” di Indonesia yang menurut saya begitu luar biasa ini?  Kedua, saya penasaran bagaimana caranya ketika bapak OC Kaligis ini mendapatkan permintaan bantuan dari seorang pembunuh yang membunuh hanya karena ingin membalas dendam kematian saudaranya. Apa yang akan beliau katakan di ruang sidang?  “Klien saya tidak bersalah dan UU di Indonesia tidak dapat menjeratnya dengan pasal-pasal yang berlaku, kerena ini telah menjadi kultur Indonesia” Mungkin kurang lebih akan seperti itu jawabannya, dan setelah itu dapat kita bayangkan ketika berjalan keuar dari ruang sidang ‘sang pengacara’dan klien yang dibelanya akan segera kehilangan nyawa mereka karena diserbu keluarga korban dengan alasan yang sama “balas dendam” . Saya sangat bingung mungkin dengan berkata seperti itu pak OC Kaligis ini ingin mengurangi populasi manusia yang terlalu banyak khususnya di pulau Jawai. Apabila dugaan saya benar, maka saya dapat berkata bahwa beliau adalah orang yang kreatif karena memiliki cara yang sangat unik untuk mengurangi populasi manusia di Indonesia.
Ya mari kita serukan keadilan ini jangan hanya menjadi teori kosong belaka, apabila mereka benar-benar terbukti bersalah maka mereka harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia 'siapapun itu tanpa terkecuali' keadilan harus ditegakkan dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka, apabila hanya karena ada hal tertentu maka aparat-aparat yang bersangkutan bisa dibebaskan maka saya pribadi sebagai warga negara Indonesia bisa mengatakan bahwa saya tidak membutuhkan aparat yang seperti itu bila perlu dibubarkan saja korpsnya karena mereka telah tidak menjalani tugas mereka dengan baik, fungsi mereka yang seharusnya ‘melindungi warga’ sekarang diputar balikan menjadi 'meresahkan warga' dan parahnya didukung oleh mereka yang mengaku sebagai orang yang cinta INDONESIA.....Untuk apa peraturan dibuat kalau pada akhirnya semua akan main hakim sendiri? Untuk apa hukum diciptakan bila akhirnya bisa dilanggar juga oleh oknum-oknum tertentu? Dimanakah hati nurani kita berada saat ini atau hati nurani kita telah ditutupi oleh harta dan kekuasaan semata??





Dart_Leonhart

Saturday, June 29, 2013

Bangkit & Bergeraklah



sudah cukup banyak saya menulis di dalam blog saya yang berbahasa Inggris, kini saatnya saya menulis dalam blog saya yang berbahasa Indonesia. Bagi teman-teman yang membaca blog ini dan ingin melihat blog dalam bahasa Inggris silakan berkunjung ke libra-boy89.blogspot.com (sedikit promosi hehe...)
topik yang ingin saya angkat kali ini adalah tentang "CINTA INDONESIA". Banyak dari kita yang mengatakan kita cinta dengan negara ini, kita bangga menjadi BANGSA INDONESIA, dengan perkataan-perkataan tersebut mari kita sedikit berefleksi sejenak. Apa yang telah kita perbuat untuk NEGERA KITA ini? Apa yang telah kita lakukan untuk MEMBUKTIKAN kata-kata kita? Saya bisa berkata dari 1000 orang yang berkata 'saya cinta Indonesia' hanya 10 orang yang benar-benar membukltikan itu dengan tindakan nyata. TIdak setuju? Saya melihat hal ini berdsarkan fakta yang ada dan benar-benar terjadi di Indonesia, apabila kalian semua benar-benar cinta dengan Indonesia tentu kalian tidak akan membuat Indonesia menderita, sedih, ataupun dilecehkan oleh bangsa lain, akan tetapi mari kita lihat realita yang terjadi saat ini, saya akan memakai kasus yang baru-baru ini terjadi dimana terjadi demo hampir di seluruh provinsi di Indonesia hanya karena kenaikan BBM, mahasiswa terlibat baku pukul dengan aparat sampai-sampai ada yang masuk rumah sakit, untuk apa kita lakukan semua itu? Menunjukan bahwa kita cinta dengan Indonesia? TIDAK SAMA SEKALI! Dengan perbuatan anarkis seperti itu citra Indonesia di mata dunia justru akan tambah hancur dan mari kita lihat kondisi kontekstual saat ini tidak relevan lagi kita harus turun ke jalan sambil berteriak-teriak, ini bukan lagi di era 98 dimana semua golongan bisa bersatu menjadi satu suara. Lalu bagaimana caranya untuk menunjukan aksi protes kita?

 Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menunjukan aksi protes kita ini salah satunya ya seperti yang saya lalukan saat ini menulis, atau bisa dengan cara lain dimana kita semua bisa berhenti memakai kendaraan bermotor dan menggantinya dengan sepeda dan berjalan kaki dan masih banyak lagi cara lainnya tanpa kita harus bertindak anarkis dan saling pukul. Ya, ini baru satu kejadian dari sekian banyak kejadian lainnya yang sering terjadi di Indonesia dan yang paling parah semua itu rata-rata dilakukan oleh generasi muda bangsa ini. Bagaimana kita bisa mengaku bahwa kita cinta dengan Indonesia apabila semua hal tersebut tidak dibuktikan dengan tindakan nyata? Tidak suka dengan mereka yang ada di pemerintahan yang ada saat ini bukan dengan berdemo apalagi sampai anarkis. akan tetapi dengan duduk yang manis di depan meja mu dan belajarlah yang baik, banyak membaca buku-buku tentang politik dan bentuk-bentuk kepemimpinan yang baik, lalu setelah lulus calonkan diri kalian untuk menjadi salah satu bagian dari pemerintahan dari sana baru kalian bisa merubah semua yang terjadi saat ini, apakah hanya dengan berteriak-teriak di jalan akan memperbaiki Indonesia? dan apakah kalian yakin bahwa dengan mengganti mereka dengan kalian generasi muda saat ini bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik? Apabila kalian terutama generasi muda benar-benar ingin menunjukkan kecintaan kalian pada tanah air ini sebenarnya kalian cukup melakukan hal-hal sederhana seperti, banyak-banyak membaca buku, mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif, rajin belajar, berbicara yang jujur dan terutama bagi pelajar serta mahasiswa tidak mencontek selama ujian berlangsung dan mencintai produk lokal. Dengan kalian melakukan hal tersebut tiap harinya, tanpa disadari kalian telah menunjukkan rasa cinta kalian terhadap Indonesia karena di pundak kalianlah masa depan Indonesia ini berada, bukan pada mereka yang saat ini duduk di bangku pemerintahan...



Dart_leonhart

Pelajaran Hidup




Muda dan liar, ya itulah gambaran sosok yang dimiliki oleh anak muda dimanapun mereka berada. berani menerima resiko, menyukai tantangan dan selalu mencari ruang-ruang baru untuk memenuhi hasrat mereka yang begitu berapi-api dalam dada serta selalu mencari eksistensi diri untuk menemukan jati diri mereka. Maka dari itu tak salah apabila presiden pertama kita Ir. Soekarno pernah berkata "beri aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia". Ya itulah sifat yang dominan ada dalam diri anak muda. Mereka cenderung 'liar' dalam menjalani hidupnya dan makna liar sendiri tidak semua akan berdampak negatif dalam diri anak-anak muda. Mengapa? Apabila sisi liar yang ada dalam diri dapat dikelolah dengan baik maka itu akan menjadi suatu hal yang positif dan berguna bagi diri sendiri dan bisa jadi untuk orang lain. Apabila dilihat dari sudut pandang psikologi, anak muda merupakan cawan atau wadah yang belum terisi penuh dengan air kehidupan. Bagaimana cara mereka mengisinya? Ada ribuan cara dan jutaan jalan bagi mereka untuk mengisi cawan mereka ada yang positif dan ada yang negatif, ada yang belajar dari orang tua, lingkungan, sekolah, dan masih banyak lagi. Ya, hidup itu penuh dengan misteri dan pergulatan terutama dalam diri anak-anak muda, dengan cara apapun mereka berusaha mencari cara untuk bisa mengekspersikan diri mereka masing-masing, ada mereka yang bergabung dalam komunitas-komunitas dan organisasi, ada yang melukis, menciptakan lagu, dan masih banyak lagi namun, itu semua dilakukan hanya agar mereka bisa menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya. Sayangya, banyak juga dari anak muda yang menempuh cara-cara yang salah untuk menemukan jati diri dan mengekspresikan diri mereka, seperti  narkoba, seks bebas, dan mabuk-mabukan serta banyak juga dari mereka yang memilih cara untuk turun ke jalan dan saling adu pukul hanya untuk membuktikan bahwa mereka ada. Disini saya tidak akan membahas bagaimana cara kita memberi warna dalam hidup kita atau cara apa yang kita lakukan untuk mengisi cawan kehidupan kita. Yang ingin saya tekankan disini adalah semua hal yang kita lakukan itu, baik itu positif ataupun negatif, baik itu salah atau benar itulah pilihan hidup kita maka dari itu jalanilah pilihan mu itu dengan sikap puas dan perasaan bangga, tidak perlu terpengaruh kata-kata orang. Inilah pelajaran yang sesungguhnya kita semua tidak akan pernah mendapatkan pelajaran tentang ini di sekolah, ya nama pelajaran ini adalah pelajaran hidup. Saya yakin semua yang kita lakukan baik itu salah atau benar semua akan bermakna ketika kelak kita telah menjadi dewasa dan menjadi tua. Dalam proses bertumbuh itulah pelajaran hidup yang sesungguhnya akan kita dapatkan. Kita akan merasakan sakitnya kehilangan, indahnya persahabatan, dan romantisme cinta serta pahitnya cinta dan masih banyak lagi. Semua hal-al itu akan masuk ke dalam hidup kita seiring berjalannya waktu, proses bagaimana kita mengisi cawan kita akan terlihat seiring berjalannya waktu. Ya, seperti potongan-potongan puzzle yang akan tersusun perlahan-lahan dalam diri kita masing-masing dan pada akhirnya nanti akan menjadi sebuah gambaran besar tentang semua pengalaman-pengalaman dan kejadian-kejadian yang akhirnya akan membentuk sifat dan karakter kita di masa dewasa kita.



Tulisan ini muncul karena inspirasi dari seorang teman untuk menonton film "3 hari untuk selamanya" film yang mengambarkan tentang proses pencarian jati diri yang dilakukan oleh sepasang anak manusia dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta dengan mengendarai mobil pribadi. Sepanjang perjalanan mereka berdua mengalami begitu banyak kejadian-kejadian yang akhirnya membentuk jati diri mereka masing-masing, tokoh perempuan yang berasal dari "broken family" dan malas meninggalkan 'zona nyaman'nya akhirnya berani mengmbil keputusan untuk belajar lagi setelah melewati kejadian-kejadian yang mungkin belum pernah dia rasakan selama ini dalam perjalanan menuju ke Yogyakarta. Ada satu kalimat menarik yang saya dapat dari tokoh pria yang berkata "yang gagal itu mereka yang ga pernah mencoba" nah itu lah salah satu kata kunci yang ada di film tersebut, anak muda itu cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi dan tentu mereka akan mencoba segala hal, gagal atau berhasil itu tidak menjadi soal karena yang terpenting adalah kita telah mencoba dan berusaha terlebih dahulu. If we fight, we may not always win but if we don't fight, we will surely lose.


Dart_leonhart

Friday, June 21, 2013

Corat-Coret Galau



Aku dan kamu, bagai karang pantai mencintai laut lepas. Dari jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku: Menatap gelombang ombak-rambutmu atau menikmati kilau cahaya-dirimu-pada senja yang menenggelamkan matahari di matamu.
Aku dan kamu, bagai karang pantai mencintai laut lepas. Ribuan mil dari hatimu, setiap detik aku berusaha melacak cintamu pada setiap buih ombak yang menghantam diriku. Bila kukatkan padamu telah kutitipkan semua salamku pada nadi-nadi sungai yang merambat-bermuara menuju kedalaman hatimu, pernahkah ia benar-benar sampai padamu?

Ketika pertama kali bertemu denganmu, aku tak merasakan ada hal yang berbeda dalam diriku, semua tampak biasa saja dan semua tampak berjalan dengan normal. Namun, seiring berjalannya waktu yang ku lalui mulai ada rasa yang berbeda tiap kali kita bertemu. Aku yang terlalu menutup diri dengan perasaan ini atau memang aku tak mengerti perasaan apa yang tumbuh dalam diriku ini, entahlah semua terkesan kabur dan amat sangat tak jelas dalam diriku, seakan-akan semua perasaan bercampur menjadi satu di dalam diriku. Lama-kelamaan aku mulai memberanikan diri untuk menerima rasa itu, rasa yang selalu datang tiap kali kita bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Perasaan itu adalah rasa suka atau lebih bisa kujabarkan sebagai rasa kagumku pada kepribadianmu yang menurutku sangat luar biasa.

Setelah aku mulai memahami rasa apa yang selalu muncul dalam diriku ketika kita bertemu, aku selalu bersikap normal dan berusaha menutupi rasa itu dari yang lain terutama darimu. Namun, apa dayaku yang hanya manusia biasa ini yang akhirnya takluk juga dengan rasa itu. Lalu, aku mulai mengumpulkan keberanian dan membulatkan tekadku untuk mengatakan bahwa 'aku suka kamu' walaupun ketika itu aku tahu bahwa waktunya sangat tidak tepat. Ah, andaikan aku memiliki suara emas akan kunyanyikan sebuah lagu untukmu untuk mengambarkan suasana hatiku kepadamu saat ini...

Dari hati yang paling dalam,terucap kata cinta untukmu.
Yang t’lah lama ingin kukatakan, sungguh tak’kan ku ingkari.
Hari demi hari t’lah terlewati, tapi dirimu s’lalu di hatiku.
Kau pujaanku, kau bidadariku, jangan tutup dirimu sebelum aku datang......
Biarkan ku mencoba menjadi milikmu, jangan tutp dirimu.
Salahkah diri ini yang mencintaimu, jangan tutup dirimu......
Tak banyak yang dapat kulakukan untuk membuktikan cintaku.
Tapi kata hati, yang tulus dan suci.
Sungguh aku cinta kamu......

Sekarang, akhirnya aku harus mengambil sebuah tindakan. Ya, aku mencoba untuk membunuh rasa ini, perasaan indah yang lambat laun menjadi perasaan yang menyiksa diriku. Sebuah tindakan yang menurutku tidak layak untuk dilakukan namun, terpaksa harus aku lakukan karena aku tahu kamu tak mungkin menjadi milikku atau mungkin aku yang terlalu bodoh dengan terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa mencoba lebih jauh? Ahhh, siapa yang tahu tentang masa depan? Hanya Tuhan seorang.....dan sampai saat ini aku berharap aku berhasil membunuh rasa ini sebelum dia tumbuh menjadi sesuatu yang lebih berbahaya....Akhirnya, muncul lagu lain dikepalaku yang seperti ini liriknya..

Aku, kadang bertanya tak berhenti.
Kenapa aku alami ini, yang tidak menyenangkan hati.
Aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan.
Lupa kalau mengenal kamu,
Lupa pernah cintai kamu.
Aku berharap biar aku tak melihat kamu sekarang.
Biar lupa mengenal kamu, biar lupa cintai kamu...

Aku akan pergi, akhirnya aku memutuskan; lalu bersalin rupa menjadi manusia biasa, mengemasi barang-barang dalam koper, mengenakan kaus kaki dan sepatu. Di setiap langkah yang kutempuh, kulepaskan satu-persatu perasaan terhadap dirimu-meski tak semuanya.
Ombakmu melambai-lambai, seolah memanggilku untuk kembali. “Tetaplah menjadi karang pantai,” lamat-lamat aku mendengar suara itu. Kupikir itu hanya perasaanku saja. Tidak, kataku dalam hati. Aku telah memutuskan. Aku akan menjadi yang lain: bayang-bayang, angin, pohon, gunung atau langit.

Barangkali aku gagal menjadi kekasihmu, tetapi cinta tetap ada: untuk apa dan untuk siapa, biarlah ia menentukan nasibnya sendiri, karena setidaknya aku pun masih bisa mencintaimu dengan cara  yang berbeda.... :)

Aku dan kamu, bagai karang pantai mencintai laut lepas?
Rupanya tidak lagi..... :)


Daun yang jatuh dari dahan pohon tak pernah membenci angin yang menjuatuhkannya...begitu pula denganku yang tak akan membencimu karena telah membuatku jatuh hati padamu ;)

Dart_leonhart



NB:
(tulisan ini bisa dikatakan fiksi atau non fiksi tergantung dari sudut pandang orang yang membaca :), dan tulisan ini lahir karena terisnpirasi dari buku karangan Fahd Djibran “Yang Galau Yang Meracau!”,  dan beberapa kalimat dikutip dari bukunya..)

Uang Tak Bisa Membeli Segalanya



kali ini saya akan mencoba untuk membahas topik yang dulu telah saya tulis di blog ini dengan lebih mendalam lagi. Ya, tema yang sama namun, dengan judul dan isi yang saya harap bisa sedikit lebih dalam dan lebih tepat sasaran bagi kalian yang membacanya. Uang, semua orang senang dengan benda satu ini. Dengan uang kita bisa mendapatkan apapun yang kita mau, itu kata-kata yang sering muncul dari banyak orang. Ya, itu betul dengan uang kita bisa memiliki segalanya, kita bisa mendapatkan apa saja, tetapi hanya secara FISIK belaka. Kenapa seperti itu? Ya, dengan uang kita bisa membeli rumah mewah, kendaraan mewah, emas, berlian, makanan enak, dan masih banyak lagi. Namun, itu semua hanya bentuk fisik belaka. Sekarang saya ingin bertanya, apakah dengan uang kita bs membeli keamanan, apakah kita bisa membeli cinta dan yang terpenting apakah kita bisa membeli teman? Uang adalah sebuah benda yang akan sangat berguna apabila dapat kita manfaatkan dengan baik, namun akan menjadi sebuah bencana yang besar apabila kita telah salah menafsirkan definisi uang itu sendiri dan tenggelam dalam kemewahannya.Uang bisa membeli cinta, akan tetapi ketika uang akhirnya telah habis untuk cinta itu, apakah cinta akan tetap bertahan kepada orang yang membelinya? Sama halnya dengan keamanan dan pertemanan, apakah setelah uang yang membeli 'mereka'habis 'mereka' akan tetap bertahan dengan si pembeli? Ya, uang hanya bisa membeli sesuatu yang berbentuk fisik dan bersifat sementara. Kita membutuhkan sesuatu yang lebih untuk membeli hal-hal lain yang tidak bisa diukur dengan besarnya nilai yang tertera diselembar kertas. Kita membutuhkan HATI, sebuah hati yang tulus ikhlas dan tidak ternoda oleh kemewahan duniawi. Itulah hal yang kita butuhkan untuk membeli teman, cinta, rasa aman, dan kenyamanan. Ya, uang memang benda yang penting dalam hidup kita, karena semua yang memiliki fisik dan bersifat sementara harus dibeli dengan kertas yang ditulisi angka, akan tetapi kita jangan pernah lupa bahwa uang bukan yang terpenting dalam hidup ini. Kita membutuhkan hati untuk mendapatkan sesuatu yang tidak bisa diukur hanya dengan besarnya nominal yang terterah di sebuah kertas. Itulah alasannya mengapa Tuhan menciptakan kita semua manusia dengan sesuatu
yang bernama HATI, hanya hati yang bisa membedakan kita dan ciptaan Tuhan yang lain. Maka dari itu jagalah selalu hatimu, jangan sampai sesuatu yang begitu berharga didalam tubuhmu buta karena tertimbun uang dan harta belaka yang sifatnya tak abadi.



Dengan munculnya tulisan ini, sekali lagi saya ingin menekankan motto hidup saya dalam hal pendidikan: "kita dapat belajar darimana saja selama kita bisa mengambil maknanya" karena refleksi yang saya buat ini saya dapat setelah saya menonton film "Kamen Rider Wizard" episode ke-33, yang pada episode tersebut akhirnya dibuktikan bahwa "uang tidak bisa membeli segalanya, termasuk pertemanan"

Dart_Leonhart

Monday, May 13, 2013

Cintai Orang Tuamu




Akhirnya saya menulis lagi di blog saya yang berbahasa Indonesia hahaha....setelahh sekian lama, untung blogmya tidak berjamur ataupun banyak sarang laba-labanya hahaha,,,, :)
Yah, hari ini inspirasiku untuk menulis dalam bahasa Indonesia didapat dari seorang stand up comedian, penulis, dan pemain film sekarang....ya dia adalah Raditya Dika.


Insipirasi ini muncul setelah saya membaca novel (atau bisa dibilang buku humor) yang berjudul "manusia setengah salmon"yang ditulis oleh dia. Di salah satu bagian dalam novel itu tertulis tentang "orang tua" dan disini si Raditya lebih menyorot tentang ibunya dan benar-benar tepat sasaran untuk saya secara pribadi.
Kita, terutama yang tinggal di kost,, asrama, ataupun yang jauh dari orang tua akan menikmati hidup bebas dan terkadang merasa bahwa telepon atau sms dari orang tua kita sangatlah menganggu aktivitas kita bersama teman-teman dan tidak jarang kita membiarkan telepon atau sms tesebut tanpa mengangkat atau membalas hanya karena takut kita akan "di ceramahi". Kita merasa kita telah dewasa dan mandiri dan tidak perlu lagi diawasi selama 24jam penuh oleh kedua orang tua kita.
Dalam novel tersebut, Raditya menulis bagaimana dia berpikir ulang arti dari sebuah "kemandirian" dia menulis "semakin bertambah umur kita maka kita akan ingin jauh dari orang tua kita, itu adalah konsep yang salah. Seharusnya, semakin bertambah umur kita, kita harus lebih dekat dengan orang tua kita" hal ini dikarenakan kemungkinan besar, orang tua kita akan lebih dulu"pergi" dari dunia ini, dan saat itu terjadi jangan sampai teman-teman menyesali hal tersebut dan berharap bahwa suatu saat handphone teman-teman akan berbunyi dan disaat teman-teman melihat ke layar handphone dan tertulis nama "mama"disana. Saat saya membayangkan apa yang ditulis oleh Raditya di dalam buku ini sayapun ikut menangis membayangkannya karena bagaimanapun juga, kedua orang tua kita adalah dua orang pertama yang mencitai kita sejak kita lahir di dunia ini. 
Pesan saya untuk teman-teman semua, bagi yang sedang memiliki konflik dengan orang tua kalian segeralah berdamai dengan mereka karena kita tidak akan tahu berapa lama lagi mereka dapat hidup di dunia ini. Bagi teman-teman yang masih memiliki kedua orang tua, selalu ingat jangan pernah mengecewakan mereka dan buatlah mereka selalu bangga dengan kita. Untuk yang telah kehilangan kedua oang tua ataupun salah satunya, doakanlah mereka tiap hari dan bilang "mama dan papa saya selalu baik-baik saja disini dan hidup dalam kecukupan, suatu saat nanti saya akan menyusul kalian kesana" dan cintailah dengan sepenuh hati mereka yang masih hidup. 
"sesungguhnya, gangguan terbaik yang kita dapat adalah perhatian berlebih dari orang tua kita"
Terima kasih untuk raditya Dika, meskipun kita tidak saling mengenal. Namun, tulisan mu telah memberikan ku pengalaman yang begitu bernilai...

Dart_leonhart

Sunday, February 19, 2012

Tidak Semua Yang Berkilau Itu Emas

Hari ini aku mendapatkan sebuah kalimat yang bagus " Tidak Semua Yang Berkilau Itu Emas" mungkin ada diantara kalian ang pernah mendengarkan perumpaan ini dana ada juga yang belum pernah mendengarkan perumpaan ini..Untuku sendri, aku mendengar perumpaan ini melalui film "spongebobs" mungkin kalian semua pernah menontonnya. Kalimat yang menarik untuk dipahami dimana kita diajarkan untuk tidak hanya mencari kekayaan semata dalam hidup ini karena masih banyak hal lain yang dapat kita perbuat dan kita dapatkan selain kekayaan bahkan terkadang hal tersebut lebih berhaga dibandingkan dengan kekayaan, dan salah satunya adalah persahabatan. Mungkin banyak dari kita yang akan berkata apabila kita kaya raya maka kita akan memiliki banyak teman. Namun, hal ini harus diwaspadai karena kita tidak tahu apakah mereka hanya berteman dengan kita karena kita kaya atau karena mereka memang ingin menjadi teman dalam suka dan duka. Itu adalah salah satu hal yang harus kita perhatikan karena memang tepat. Coba bayangkan apabila dalam hidup ini kita hanya mencari harta kekayaan??